Patagonian Eagle, tanpa promo laku keras, kok bisa ya?

image

image

motorrio.com – Patagonian Eagle (PE), motor cruiser 250cc dari Benelli ini baru beberapa bulan mengisi showroom Benelli Indonesia. Berbeda dengan produk Benelli yang didominasi motor sport touring dan matic, PE mencoba genre baru dikelas seperempat liter, yang oleh pabrikan lain, belum disentuh saat ini, Cruiser.

image

Hanya Kawasaki yang masih menjual motor bergenre Cruiser, namun dikelas yang premium alias mahal, Vulcan 650. Honda pernah memiliki line-up Cruiser dengan Phantom 200 bermesin Tiger 2000 di era 2000 an, namun sekarang sudah tidak dipasarkan lagi di Indonesia.

image

Mungkin karena pasarnya yang segmented, maka pabrikan Jepang tak mau memproduksinya, karena memang pabrikan Jepang fokus ke volume penjualan. Celah inilah yang dimanfaatkan oleh Benelli yang dengan cerdik menangkap adanya peluang pasar di kelas ini, dan logika ini pula yang mejelaskan pertanyaan yang MR ajukan sebagai judul artikel diatas.

image

Contoh paling nyata ya waktu MR ke Benelli Kranggan Senin 04/07, ada pembeli yang langsung beli cash 36 juta dan minta diantarkan hari itu juga!! Logikanya si bapak ini pasti sudah tahu mengenai PE sebelumnya, mungkin via blog atau internet, atau mungkin juga pameran di Royal Surabaya Juni kemarin.
Untuk angka penjualan MR belum dapat pasti, namun jatah setiap kali barang datang selalu habis dalam waktu singkat, menandakan sebenarnya pasar Cruiser masih ada. Dan umumnya para pembeli menjadikan PE sebagai “bahan” untuk dicustom sesuai selera, khas motor Cruiser, personal banget.

Hmmm….apakah dengan fakta ini, pabrikan lain bakalan mengikuti jejaknya ya?? Kawasaki atau Bajaj mungkin? Kalau Honda dan Yamaha apalagi Suzuki sepertinya tidak tertarik….

MR Contact
Email : motorrioblog@gmail.com
BBM Channel : C0037538A
Google+ : motorrio
You tube : motorrio rio
Instagram: motorrioblog
Auto blog : http://www.bikesandcarsworld.wordpress.com

Advertisements

18 responses to “Patagonian Eagle, tanpa promo laku keras, kok bisa ya?

  1. karena harga murah pastinya…

    Like

  2. Kasian kalau ditinggal sama principlenya..

    Like

  3. Semoga 3s nya juga diperhatikan

    Like

  4. hyosung dulu ada juga ya cc kecil, suaranya 2 silender selenser 4 s? s nya sekilas

    Like

  5. saya aja minat banget, sayang dealernya belum ada di wilayah kebumen jateng

    dulu kepengin honda phantom, duitnya belum ada udah stop

    Like

  6. Karena murah mas..

    Yang saya heran itu TNT250 sekarang jadi mahal banget mengalahkan harga kompetitor2nya merek Jepang.

    Tolong mas MR sebagai endorser Benelli (karena seringkali memuat artikel Benelli hehehe…) tanyakan ke ATPM kenapa dengan mesin yg sama harga PE & TNT250 bisa selisih hampir 20 juta???

    Terimakasih

    Like

    • Kalo diliat dari fitur TNT250 diatas yg lain, spt suspensi gede USD depan, adjustable pisan, monoshock belakang yg juga adjustable, tentunya pengaruh ke harga juga dibanding Z250 dan MT25
      Plus Benelli masih murni import, kecuali ban nya ya 😀

      Kalo penjualan kenceng n diproduksi di Indo ada kemungkinan bisa turun cost nya

      Like

  7. beda lho mesin PE dengan TNT 250 walau sama2 2silinder inline 250cc, TNT 250cc udah DOHC injection 31 Horse Power(HP)..btw coba kalo mesin PE tapi body mirip yamaha byson atau ducati monster pasti mantap tuh, buat dipakai harian macet-macetan stop n go jadi oke dah dijamin laku

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s