Fun Touring Bromo sekaligus test ride, motor apa yang jadi favorit MR?? (Part Due)

Fun Touring Bromomotorrio.com – Perjuangan seharian di hari Sabtu, 20 Agustus 2022 memang tidak sia-sia. Coz dari situ MR jadi tau plus minus Honda CB150R versi terbaru yang MR jajal seharian. Pluuusss MR dapat kesempatan untuk jajal Vario 160 n CB150X (again) dan ADV160. Kurang satu sebenarnya, PCX160, tapi gapapa deh masih bisa jajal punya temen kantor yang punya PCX160 lain waktu. Yang jadi rebutan teman-teman blogger dan vlogger tentu ADV160, karena sampai saat artikel ini rilis belum ada blogger vlogger Jatim yang test ride harian ADV160. Ok kita bahas CB150R dulu ya, karena motor ini yang paling lama MR jajal.

Honda CB150R StreetFire

Kesan pertama, big bike look!! Mengingatkan ke moge Honda CB series, terkesan padat dan besar, walaupun aslinya tetap kecil dan yang berpengaruh besar ya body tambahan yang berbahan plastik. Seperti di area tangki, dengan cover tangki yang besar, berguna kalau lagi apes dan jatuh, lebih murah untuk memperbaiki covernya daripada harus mereparasi atau bahkan terpaksa mengganti tangki bensinnya.

Riding experiencenya bikin MR kaget, karena ada dua hal yang saling bertentangan, di satu sisi handlingnya jempolan, bodywork keren, riding position nyaman, jok termasuk ok, walaupun setelah dipakai riding 4 jam terus menerus di 2 jam pertama sudah mulai ngga nyaman n bokong mulai panas, tapi maaih wajarlah. Nah, untuk mesin, ini yang MR rasa perlu diperbaiki karakternya, terasa pendek-pendek nafasnya. Jadi di saat kita geber lagi asyik-asyiknya eh udah kudu ganti gear ke yang lebih tinggi.

Dengan daya maksimum 12,4 kW (16,9 PS) / 9.000 rpm dan Torsi Maksimum 13,8 Nm (1,41 kgf.m) / 7.000 rpm, MR jadi ngeh, kalau memang CB150R StreetFire berkarakter stop n go khas perkotaan yang butuh torsi di putaran bawah. Top speed? Dengan bobot MR yang menggendut di 90 kg dan tinggi 178cm bisa kok dapat 125 kph dengan lintasan yang cukup panjang di trek Lapindo Porong, not bad untuk mesin 150cc.

Honda Vario 160

Walaupun sudah pernah test ride Vario 160, namun ada yang aneh di sesi perjalanan pulang dari Bromo ini, dimana MR merasakan karakter shockbreaker depan yang lebih empuk dari motor yang MR test sebelumnya (klik disini untuk artikelnya), so.. perbedaannya cukup signifikan!! Karena sudah cukup empuk, riding jadi lebih nyaman, dan handling bisa mantap. Hanya memang karena posisi jalan turunan, jadi beberapa kali MR hampir keluar aspal, karena telat ngerem!!

Jalanan berkelok-kelok dari Bromo sampai keluar Pasuruan cukup menyiksa rem, dan harus bergantian antara rem depan dengan belakang supaya rem tidak blong, plus kecepatan yang diatas 60 kpj dengan jalanan menurun butuh skill lebih. Apalagi ini matic yang hanya mengandalkan rem depan dan belakang saja saat turunan.

Untuk motor ketiga dan keempat, ADV160 n CB150X MR bahas di part Tre ya…..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s