Test Ride: Now I knew, why Kawasaki Ninja 250 is so hard to beat!!

Kawasaki Ninja 250 2018motorrio.com – Selamat Tahun Baru 2019 mazbro n mbaksis, semoga di tahun 2019 ini kita semua bisa lebih baik dari sebelumnya. Nah, tulisan perdana di 2019 ini, MR isi dengan impresi tes ride dan review Kawasaki Ninja 250 2018. Karena image yang begitu kuat, saat kita dengar Ninja, yang terlintas di benak kita adalah motor sport fairing, kencang, dan pasti keren!! Yup, nama Ninja, yang merupakan salah satu varian motor dari Kawasaki memang begitu melekat di benak penggemar motor di Indonesia. Dan alhamdulillah, MR diberi kesempatan menjajal Ninja 250 2018 oleh Surapita Unitrans Jemursari selama seminggu, dan inilah pertamakalinya MR menjajal Ninja 250 2 silinder!! 🤗

Sejarah singkat Ninja 250 di Indonesia

Kawasaki Ninja 250 merupakan motor sport fairing pertama di Indonesia, dimana pada awal kehadirannya di tahun 2008 belum ada motor “big bike” berkapasitas 250cc dua silinder beredar di Indonesia. Tampilan motor gede, ditunjang suara khas dua silinder, menjadikan Ninja 250 mendadak menjadi idola bikers bahkan sampai saat ini. Sejak itulah mindset kalau motor sport fairing itu Ninja, terbentuk, dan inilah salah satu sebab kenapa pabrikan lain sulit menumbangkan Ninja 250.

All New Ninja 250

Versi terbaru dari Kawasaki Ninja 250 2 silinder yang dilaunching pada 2018, disebut lebih ringan namun lebih bertenaga dibanding versi sebelumnya dan juga rivalnya, Honda CBR250RR dan Yamaha R25. Dengan maksimum Power 39 PS/ 12,500 rpm, Ninja 250 unggul dari CBR250RR (38,7 PS @ 12.500 RPM) dan R25 (36 PS @ 12.000 RPM)

Seperti sudah MR sebut di awal, bahwa ini merupakan pertamakali MR menjajal Ninja 250 – bahkan versi karbunya pun MR belum pernah jajal blas 😂 – jadi MR hanya bisa bandingkan versi 2018 dengan rivalnya, CBR250RR dan R25 yang pernah MR jajal sebelumnya.

Motor 250cc di Indonesia sebenarnya bukan motor sport murni, lebih ke arah sport touring, seperti Ninja 250 dan R25. Perkecualian untuk CBR250RR yang lebih sedikit ke track oriented, karena setang yang underyoke, sehingga posisi riding lebih merunduk, berbeda dengan Ninja 250 dan R25 yang lebih tegak. Uniknya, kalau menurut MR dengan tinggi 183cm/ 81 kg (gemukan dikit neh 😁) posisi ergonomi Ninja 250 berada ditengah, paling merunduk CBR250RR – Ninja 250 – R25, jadinya tengah-tengah lah untuk kenyamanannya saat riding.

Test ride Ninja 250 2018

Ninja 250 yang MR test ride, merupakan versi non ABS, dengan grafis Kawasaki Racing Team, yang MR demen banget dengan grafisnya, berasa motor balap!! Angka 250 di sisi kanan kiri fairing, grafis garis-garis, sederhana namun sporty, menambah aura sport di Bajul Ijo, nama yang dikasih kak Ryu untuk Ninja 250 ijo ini. Modifikasi hanya ada di knalpot, yang diganti dengan Yoshimura R11, desain tri-oval dengan ujung knalpot serat karbon.

Kunci kontak diputar ke kanan, pencet tombol starter, dan suara ngebas khas dua silinder semakin membulat, dan ngebas!! Panasin bentar, pakai safety gear, langsung berangkat! Karena suara knalpot yang ngebas banget jadi ya alon-alon dulu keluar perumahan, begitu udah sampai jalan raya, cobain betot abis deh ke red line – enteng banget!! – benar-benar tubuh kaya ketarik kebelakang dan tangan kudu siap menahan biar ga lepas dari setang!!

Handling cukup nyaman, lincah, dan kata teman MR yang pernah jajal Ninja 250 karbu, jauh lebih ringan, baik bobot maupun handling. Dan asyiknya untuk postur MR, terasa pas, ngga terlalu menunduk maupun terlalu tegak, beda dengan CBR250RR yang lebih merunduk maupun R25 yang lebih tegak, efeknya tidak terlalu capek walaupun diajak jalan jauh.

Saat MR ajak riding ke Selorejo menghadiri acara Kawasaki Riders Call 2018, masih bisa ditolerir tingkat kecapekannya, karena MR juga membonceng anak MR selama perjalanan, jadi beban lebih berat, lha sering nemplok ke punggung, ya kadang kesemutan, karena tangan menanggung beban yang dibonceng 60kg sih 😂

Untuk topspeed, maksimal MR gapai 130 kpj, ngga berani gas pol, walaupun gas belum habis dan mestinya bisa lebih dari itu, karena keseharian juga MR pulang pergi ke kerjaan dari rumah Sidoarjo ke kantor di Ampel yang berjarak 60km pulang pergi. Dan hampir tidak ada kendala berarti alias makin lama dipakai makin nyaman, karena semakin lama kita pakai, semakin paham karakter motor.

Thats why its so hard to beat!

Selama seminggu MR jajal Ninja 250 2018, MR baru paham kenapa Ninja 250 susah dikalahkan oleh rivalnya.

  • Mindset yang udah tertanam dibenak masyarakat kalo motor fairing itu Ninja, mau apapun mereknya, ya mereka nyebutnya Ninja!!
  • Riding position yang cukup nyaman, ngga terlalu merunduk, enak dibuat riding harian
  • Power paling besar saat ini, dan bobot yang semakin ringan dari versi sebelumnya, bikin handling lebih enak dibanding versi sebelumnya

Nah itulah poin-poin yang perlu dipikirkan kompetitor kalau ingin mengalahkan Kawasaki di sport 250cc, terutama poin mindset, yang jauh lebih sulit dieliminasi!!

4 responses to “Test Ride: Now I knew, why Kawasaki Ninja 250 is so hard to beat!!

  1. Belum USD, kaki2 blakang masih kotak gmn cak?

    Like

  2. karena semakin lama kita pakai, semakin paham karakter motor. –> kalo motor lain semakin lama dipakai semakin ga kenal ya karakternya?
    Mencoba memahami logika

    Like

    • Wah ya ngga lah, maksudnya semakin lama kita pakai motor apapun kan mesti paham karkaternya. Beda lah klo kita cuma pakai sehari, seminggu, sebulan sama setahun, pasti bakalan makin paham yang setahun akan karakter motor yg dipakainya

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s