Yamaha N Max, small scooter with big scooter impression!! (Part 2-end)

Nmax tes ride

Mazbro n mbaksis, setelah MR review Desain dan Fitur Yamaha N Max (disini), lanjut kita bahas Ergonomi dan Riding Impressionnya ya….

ERGONOMI

N Max tes ride

Pertamakali duduk di joknya, terasa empuk, posisi duduk juga bisa dibilang nyaman, cenderung rileks, punggung tegak santai, ngga tegang, dan dengan postur MR yang 183cm/75kg jangkauan tangan cukup nyaman, kaki masih bisa menapak sempurna dan masih bisa menekuk tungkai kaki bawah, yang artinya masih cukup nyaman, ngga jinjit apalagi jinjit balet 😀

Asyiknya lagi, saat berjalan dan kita capek dengan posisi kaki yang menekuk, kaki bisa sedikit kita selonjorkan kedepan, sehingga sedikit rileks, namun jangan khawatir, ngga terlalu rebah banget kok posisi kakinya, karena masih bisa segera menurunkan kaki kalau ada sesuatu yang mendadak dan perlu menurunkan kai, namun memang perlu sedikit pembiasaan. Posisi kaki agak selonjor paling enak kalau diajak riding jarak jauh alias turing, namun konsekuensinya posisi punggung tidak bisa tegak, sehingga lebih cepat capek.

Berdua bersama Ryu, dia selaku boncenger juga merasa nyaman dengan jok yang cukup lebar, namun handle bar belakang yang tingginya rata jok rada mengkhawatirkan kalau membonceng anak kecil dibelakang, karena kalau miss sedikit, ngantuk atau banyak gerak, si anak bisa jatuh. Lain halnya jika handle bar lebih tinggi dari jok, bakalan bisa sedikit menahan boncenger dibelakang.

Pandangan ke konsol spidometer leluasa, karena posisi yang tidak terlalu tinggi, malah cenderung agak kebawah, menyesuaikan dengan segmen N Max yang seharusnya dibawa santai.

RIDING IMPRESSION

NMax tes ride

OK, sudah selesai review secara statis, lanjut MR review saat riding. Kunci kontak on, indikator ABS di konsol spidometer menyala, dan mati 10 detik kemudian, tanda peranti ABS sudah siap. Tombol starter ditekan, suara starternya halus khas Yamaha yang sejak ada sejak generasi awal Xeon. Penasaran dengan tenaganya, MR coba putar throttle pelan-pelan, maklum ada Ryu dibelakang, safety first, anak kesayangan nie 😀

Setelah jalan, dan liat kondisi kanan-kiri-depan-belakang aman, ngga ada kendaraan melintas, coba bejek gas sambil menyuruh Ryu pegang pinggang erat-erat, wweeeeeewwww….gampang banget narik ke 60km/h, ngga terasa!! Sayang treknya ngga mendukung, straight cuma sekitar 200 meteran, udah kena jalan berbelok plus polisi tidur. Sambil sedikit mengerem MR coba menerjang poldur, dan….glodak…..shock belakang terasa keras nih, perlu sedikit lebih empuk kayanya, kalo buat melibas poldur masih terasa keras bantingannya!!

Handling belok kanan-kiri ok, cuma memang karena bodi yang panjang dan posisi duduk sedikit lebih rendah dari umumnya matic, perlu penyesuaian. Ok…..Ryu turun, istirahat sambil main hape, papanya lanjut eksplore N Max. Kali ini MR coba geber lagi, langsung gas pol sampai mentok throttlenya, responsif juga, sayang ngga sempat liat sampai berapa km/h coz jalanan yang sempit hanya cukup untuk satu mobil atau dua motor berpapasan memaksa MR ekstra hati-hati.

Lanjut mencoba rem ABS (baru pertamakali nih nyoba rem ABS 😀 ), kata Kang Majid, yang lebih terasa rem belakang daripada rem depan untuk denyutan ABS-nya. Ok, MR gas pol N Max dan setelah 100m saat tikunga, MR tekan tuas rem kiri (rem belakang) sekuat tenaga!! Ada denyutan yang cukup terasa ditangan kiri, dan sesuai instruksi kang Majid, jangan dilepas sampai berhenti total, dan benar saja, N Max berhenti sempurna tanpa ada gejala ngepot, jozzzz!! Masih penasaran coba lagi beberapa run, dan memang power dan rem bisa dibilang jozzz, untuk ukuran matic segede N Max.

RESULT

Plusnya, Yamaha N Max cukup bertenaga dan enak dipakai untuk riding perkotaan maupn jarak jauh, dengan kombinasi riding position nyaman, dan bisa posisi sedikit selonjor plus jok lebar dan empuk. Ban lebar 13 inch cukup membantu manuver di jalanan Indonesia yang banyak lubang dan stop n go

Minusnya, desain bodi belakang utamanya disisi lampu belakang cukup bikin ilfil, karena desainnya yang rounded, ngga sinkron dengan desain depan yang sporty. Behel belakang perlu didesain lebih tinggi demi alasan safety boncenger yang dibelakang. Desain visor depan pun perlu lebih tinggi, agar ngga sia-sia, karena aslinya fungsi visor kan memang untuk melindungi pengendara dari hembusan angin, bukan sekedar melindungi konsol spidometer dari kotoran tho??

 

MR Contact
Email : motorrioblog@gmail.com
Google+ : motorrio
You tube : motorrio rio
Other blog : bikesandcarsworld.wordpress.com

Advertisements

5 responses to “Yamaha N Max, small scooter with big scooter impression!! (Part 2-end)

  1. Setuju banget untuk paragraf terakhir…IMHO, buritan bikin ilfil 😀
    masih mending PCX kalo untuk bagian belakang 🙂

    http://mivecblog.com/2015/03/11/lihat-begal-geng-motor-atau-kejahatan-lain-di-batam-bisa-lapor-lewat-facebook-polresta-barelang/

    Like

  2. pengen nyoba nich gan,…… xixixixixixxixii

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s