City Ride Yamaha GT 125

image

Mazbro, setelah istirahat dari tes ride bertajuk City Ride semalam, sekarang MR lanjutkan untuk review GT 125 Eagle Eye bagaimana impresi ridingnya 🙂

image

Diawali dengan memilih motor di Yamaha STSJ Basuki Rahmat, MR memilih warna putih, sedangkan pilihan lain ada hitam dan merah marun. Kilometernya masih 1 km mazbro, paling abis dipake muter-muter tes ride aja kali ya?? Setelah klop semua, sekitar jam 5.30 kami berangkat menuju lapangan PangSud untuk seremoni pemberangkatan rombongan City Ride.

image

City Ride (CR) dilaksanakan sekitar jam 7 malam, molor dari jadwal awal sekitar jam 6 sore, tapi gapopo wes, wong udah dikasih kesempatan ikut CR aja udah Alhamdulillah. Rombongan yang ikut (CR) ada 20 motor, yaitu rekan dari  Yamaha-friends comunity, Komunitas Soul GT dan rekan media plus Jatimotoblog. Dari Jatimotoblog ada 8 orang yaitu MR sendiri, kang Heri, mbah Wiro dan kang Fauzi (dari Malang), lanjut kang Andi (Mojokerto), kang gesang, kang Madev, dan kang Edwin plus kang Majid.
Rombongan dikawal 2 polisi Patwal menggunakan motor Yamaha XJ900 Diversion, yang suara mesin 4 silindernya zzziiiiinnnggg!!! Wooowww bangeeeeeet,  khas moge 4 silinder!! Eiitttssss dan tidak ketinggalan mobil (eitss truk ding!) Caravan yang berada tepat dibelakang Patwal berisi DJ Fiona yang nge-DJ sepanjang perjalanan, asyeeekkk!!!!

image

Rute awal dari lapangan PangSud ke Bundaran Waru batal karena lalin yang amat padat, maklum malam minggu mazbro, jadi rute berubah dari Pangsud-Kayoon-Biliton-Ngagel-A Yani-Margorejo-Prapen-Biliton-Ngagel-KBS-Taman Apsari. Selama perjalanan 20 km itu MR bisa sedikit merasakan seperti apa GT 125 ini.
image

Pertama dari segi kenyamanan, MR mengacungi jempol buat Yamaha karena keluhan konsumen soal ini, termasuk MR, sudah ditangani dengan baik. Kok bisa gitu, padahal GT 125 kan baru generasi pertama???

image

Perlu mazbro ketahui kalau GT 125 adalah pengembangan dari seri Xeon 125, yang dilanjutkan dengan Xeon RC 125. Namun entah kenapa pada GT 125 nama Xeon tidak ditonjolkan, justru nama GT 125. Kalau menurut analisa koplak MR sih karena Yamaha ingin agar Xeon RC tetap punya marketnya sendiri, seperti yang dilakukan pada Mio Soul dan Mio Soul GT.

Kembali pada soal kenyamanan, MR merasakan bahwa jok sudah jauh lebih empuk dibandingkan dengan Xeon milik MR pribadi dan Xeon RC (saat tes ride dulu). Suspensi juga gitu, udah sedikit lebih empuk si sektor buritan walaupun di sisi depan
image

masih terasa keras, katanya untuk kestabilan kalau saat kecepatan tinggi, tapi MR sih prefer yabg agak empuk lagi, karena pengalaman Xeon gen pertama, sakitnya terasa sampai ke tengkuk lho mazbro kalo abis riding agak lama plus jalanan berlobang-lobang.

image
image

Kedua dari sisi tampilan, sekali lagi MR acungkan jempol (2 malah) untuk GT 125. Semboyan Eagle Eye kayanya cocok banget dengan tampilan GT 125 ini,  bahkan sampai istri MR yang melihatnya melalui foto-foto di kamera dan di hp MR sampai kesengsem dan pingin ganti Xeon lama dengan GT 125 😀 Untuk varian GT memang terkesan macho banget, liat aja Mio Soul GT, dan detailnya itu lho, di lampu depannya, ada semacam Angel Eye, lanjut si fairing kanan kiri depan ada fin atau sirip-sirip aerodinamis, walaupun sebenarnya ngga ada fungsinya, karena setelah MR lihat di bagian depan, ngga ada saluran yang mengalirkan udara dari depan ke belakang melalui fin itu, jadi aksesoris aja.
image

Cuma yang minus menurut MR adalah di buritan, yaitu stop lamp alias lampu rem, menurut MR akan lebih bagus kalau stoplamp nya memiliki desain yang senada dengan bagian depan yang lancip, bikan bulat seperti sekarang ini, jadi terkesan ga nyambung jeh. Plus handgripnya desainnya kayanya ngga ada perubahan alias mirip banget sama Xeon punya MR.
Ketiga alias yang paling penting menurut MR sih performa, ngga asyik aja kalo tampilan keren, macho, tapi performa lemot, tul ngga Mazbro??? Nah sayangnya MR ngga bisa eksplore lebih dalam masalah performa, karena saat konvoi, maksimal kecepatan yang bisa dicapai cuma 30 kph mazbro!!! Yah namanya konvoi mengenalkan produk baru ya kudu pelan biar pengguna jalan bisa mengamati walaupun sekilas, produk apa itu yang dihebohkan di jalanan. Namun MR sempat curi kesempatan menjajal sekitar 1 km-an setelah selesai acara di PangSud dan menuju ke STSJ di Basuki Rahmat. Mirip-mirip sebenarnya dengan Xeon karbu, kalo masalah smooth ya karena motornya baru 😀 Kemampuan handling sedikit lebih mudah dikontrol dari Xeon lama, karena memang sisi suspensi sedikit dibikin empuk.
Keempat, fitur keselamatan, yaitu parking brake seperti varian matic Yamaha lainnya, stop stand switch, jadi begitu standar samping diturunkan langsung mati deh mesinnya, Automatic Headlamp On alias AHO yang mana disisi kanan handle tidak ditemukan adanya switch untuk menyalakan lampu utama.
Overall Yamaha sudah berusaha keras (dan kelihatan berhasil) merubah Xeon menjadi GT 125 dengan segala improvementnya, ya kecuali di bagian buritan seperti yang MR jelentrehkan tadi.
image

Mazbro yang penasaran bisa mampir ke Royal Plaza Surabaya tanggal 1 dan 2 Februari 2014, karena ada launching resmi GT 125, kali aja nanti ketemu MR yah 😀

24 responses to “City Ride Yamaha GT 125

  1. makanay kang saya dua kali lari dari rombongan jadi sempet test gas pool hahahaha

    http://mariodevan.com/2014/01/26/full-report-city-touring-yamaha-gt-125-di-surabaya/

    Like

  2. motornya udah gaul dandanannya juga kudu gaul..liat disini..

    http://hulssay.com/2014/01/27/casual-style-for-men-2/

    Like

  3. Ditunggu rondo xeon lama mas 😀

    Like

  4. mantab euyy

    Like

  5. lhoh… aku yo ra dipoto ….

    Like

  6. Hati” kalau beli Xeon GT 125 Eagle eye karena sadelnya terlalu empuk, sehingga kalau dikendarai kena tulang ekor!!!….saya komplain ke dealernya katanya memang begitu???,
    Salah design !!..Karena bagian belakang sadel plastiknya ada cekungan (seperempat lingkaran) untuk tempat helm pada bagasi, Nah cekungan/tonjolan ini yg kena tulang ekor. Dijamin naik Xeon baru seminggu pasti pantat hitam n sakit brooo…lebih enak naik kuda…

    Like

    • Oooo ini ternyata jawaban dari kesakitan sampai ke tulang leher belakang waktu naik Xeon gen 1
      Apalagi gen 1 joknya keras banget, jauh lebih empuk xeon GT

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s