Test Ride : Honda CB150X by DSA, bikin ketagihan!! (Part 1)

Honda CB150Xmotorrio.com – Genap seminggu sudah motor adventure 150cc terbaru dari Honda, CB150X bermalam dirumah MR. Unit dari dealer Honda DSA (Delta Sari Agung) Sidoarjo berwarna Mandala Red ini memang eye catching, selain warnanya yang merah mencolok ala merah Ferrari, juga ukuran fairing depan yang besar – bahkan sedikit lebih lebar dibanding kakaknya CB500X – sehingga Big Bike looknya dapet banget!! Ostosmastis jadi bintang dadakan dijalan, coz selain warna yang ngejreng, bodi besarnya juga bikin pengendara lain noleh ke MR, jadi artis neh!!

Impresi Awal

Gede banget!! Yup… itu yang MR rasakan saat pertama kali duduk di jok CB150X. Area tangki yang melebar plus windshield tinggi (walaupun kurang tinggi sedikit kalau menurut MR), setang baplang panjang yang menganut model mirip setang CB150R terbaru, bikin pengendalian motor jadi enteng, dengan bodi segede itu.

Dan MR masih merasa kaki kurang panjang, walaupun jinjitnya sedikit banget, hanya diujung jari doang, dan baru bisa sempurna menapak kalau salah satu kaki tetap berada di footstep. Oiya, padahal tinggi MR 178an cm, yang termasuk tinggi untuk rata-rata orang Indonesia.

Mesin dan akselerasi

Mesin DOHC 6 speed yang sebangun dengan saudaranya, CBR150R dan CB150R, terasa paling pas di CB150X. Kenapa? Kalau menurut perasaan MR sih, mesin CB150X ini difokuskan ke akselerasi awal, yang memang dibutuhkan saat touring ketika kita harus mendahului kendaraan di depan kita, dan feelnya enteng banget!!

Grip gas diputar udah langsung loncat, sensasinya mirip saat kita memilih opsi tipe Sport atau Sport + di CBR250RR, langsung njengat-njengat!! Namun yang agak berbeda MR rasakan saat riding pulang dari Bromo dengan CB150X unit dari MPM, terasa powernya tidak seresponsif unit milik DSA Sidoarjo. Apakah milik DSA masih lebih fresh kondisi mesinnya dibanding milik MPM, jadi masih terasa lonjakan powernya.

Oiya, ada satu detail yang MR suka dari CB150X ini, tuas persneling-nya. Why? Karena letak pivot tuasnya yang didepan, bukan seperti tuas normal yang pivot-nya ada area pijakan kaki rider, sehingga kaki tidak kecantol saat gear change, nice detail!!

Continue on Part 2 …..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s