Generasi bahagia, masih adakah di era modern ini?

motorrio.com -Membaca postingan salah satu anggota salah satu grup WA yang MR ikuti, jadi merasa miris, sedih, kangen juga dengan situasi di era modern ini, yang mana karena perkembangan teknologi, akhirnya permainan-permainan yang mengedepankan keguyuban, kebersamaan, persaingan fair play plus sekaligus olahraga bagi fisik dan psikis, lambat laun hilang.

Wajar…..karena modernisasi dan pertumbuhan penduduk, lahan-lahan kosong semakin langka, berubah menjadi mall, perkantoran, gedung-gedung bertingkat yang memiliki nilai ekonomis jauh lebih tinggi dibandingkan hanya sekedar lahan kosong belaka. Tapi, di era MR kecil, lahan kosong inilah tempat bermain, bersenda gurau, mengembangkan kemampuan bersosialisasi, yang sekarang hampir mustahil mencari lahan kosong untuk bermain apalagi di kota besar, kecuali di taman-taman kota seperti yang ada di Surabaya. Kapankah era bahagia itu kembali…..ataukah takkan pernah kembali..??? Berikut postingannya, walaupun mungkin ada yang kurang sesuai dengan kondisi saat ini, dan mungkin ada yang bertentangan dengan hukum, namanya aja pendapat pribadi dari yang nulis (mbuh sopo sing nulis pertama) 😀

Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah, lapangan bola dan di jalan-jalan. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main Galasin, Yoyo, Petak Umpet, Boy-boy an, Benteng2an, lompat tali, masak-masakan pakai seng, Ular naga. Generasi yang melalui peristiwa berak di celana, nyuri mangga tetangga, mengejar layangan, bermain putren, balapan ban bekas, nonton karnaval 17 agustusan. Duduk semeja bermain Monopoli, Halma, Biji Sawo, Karet Gelang dan Ular Tangga dengan ceria.

Kami generasi yang ngantri di wartel dari jam 5 pagi, berkirim surat dan mencairkan resi di kantor pos ketika lebaran. Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio. Kamilah generasi yang SD nya merasakan papan tulis berwarna hitam, masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca di salah satunya. Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tipe-X putih, generasi yang sering mencuri pandang teman sekolah yang kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya.

Kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, Komputer Pentium jangkrik 486 dan betapa canggihnya Pentium 1 66Mhz. Kami generasi yang sangat bangga kalau memegang Disket kapasitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah Dos dengan mengetik copy, del, md, dir/w/p. Kami adalah generasi yang memakai MIRC untuk chatting dan Searching memakai Yahoo. Generasi bahagia yang pertama mengenal Nintendo, Game Boy dengan menyewa pada bapak tua di pinggir lapangan dekat sekolah kami.

Generasi kamilah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind, generasi penikmat awal Walkman dan mengenal apa itu Laserdisc, VHS. Kamilah generasi layar tancap Misbar yang merupakan cikal bakal bioskop Twenty One.

Kami tumbuh diantara para legenda dunia Queen, Beatles, Rinto Harahap dan pelantun Isabella Amy Search. Tumbuh dengan ketrampilan bikin kemoceng, lampion kertas dan kincir angin bambu yang ditarik dengan tali. Kami generasi bersepatu Reebook, Warior dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau sedang hujan. Cupu tapi bukan Madesu.

Kami adalah generasi yang bebas, bebas bermotor tanpa helm, bebas dari sakit leher gara2 kebanyakan melihat ponsel, bebas manjat tembok stadion, bebas manggil teman sekolah dengan nama bapaknya. Bebas bertanggung jawab.

Dan yang terpenting…..

Kami hafal Pancasila, Nyanyian Indonesia Raya, Teks proklamasi, Sumpah Pemuda, Nama-nama para Menteri dan Dasadharma Pramuka.

Kami juga memiliki presiden yang sama, Pak HARTO 😀

MR Contact
Email : motorrioblog@gmail.com
Google+ : motorrio
You tube : motorrio rio
Instagram: motorrioblog
Other blog : bikesandcarsworld.wordpress.com

Advertisements

2 responses to “Generasi bahagia, masih adakah di era modern ini?

  1. kami pun teriak minta duit begitu lihat pesawat terbang lewat :mrgreen:

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s