Makanlah secukupnya, jangan mubadzir!!.

image

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Mazbro n mbaksis, Alloh SWT selalu menurunkan rahmat dan rezeki-Nya kepada seluruh makhluk-Nya di dunia ini, dengan tidak pandang bulu, tak perduli apakah itu manusia, hewan, tumbuhan, bahkan makhluk yang gaib sekalipun seperti jin dan syaitan pun tetap diberi rezeki oleh-Nya.
Salah satu rezeki yang selalu dibutuhkan makhluknya adalah makanan,
terutama untuk mahkluk fana, seperti manusia. Namun sayangnya, masih banyak manusia yang menyia-nyiakan rezeki berupa makanan yang bisa kita makan saat itu, bahkan seringkali makanan tersebut terbuang percuma alias mubadzir!! Dan di beberapa negara di luar negeri, sekarang seperti menjadi keharusan untuk menghabiskan makanan yang sudah dipesannya, tanpa boleh membuangnya sedikitpun, atau jika mazbron n mbaksis tetap nekat bakalan kena denda atas makanan yang tidak dihabiskan. Kok bisa?? Mari kita simak bersama broadcast dari grup WA yang mengisahkan keharusan menghabiskan makanan yang kita pesan dan konsekuensinya yang MR kutip berikut ini……

Jerman adalah sebuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini, banyak yang mengira warganya hidup dengan berfoya-foya. Ketika saya tiba di Hamburg, saya bersama rekan-rekan masuk ke restoran. Kami lihat banyak meja kosong. Ada satu meja dimana sepasang anak muda sedang makan. Hanya ada 2 piring makanan dan 2 kaleng bir di meja mereka. Saya bertanya dalam hati apa hidangan yg begitu simple dapat disebut romantis dan apa si gadis akan meninggalkan si pemuda kikir tersebut? Kemudian ada lagi beberapa wanita tua di meja lainnya. Ketika makanan dihidangkan, pelayan membagi makanan tersebut dan mereka menghabiskan tiap butir mkanan yg ada di piring mereka. Karena kami lapar, rekan kami pesan lebih banyak makanan. Saat selesai, tersisa kira-kira sepertiganya yg tidak dapat kami habiskan tersisa di meja.
Begitu kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yang dari meja sebelah berbicara pada kami dalam bahasa Inggris, kami paham bahwa mereka tidak senang kami memubazirkan makanan. “Kami yang bayar kok, bukan urusan kalian berapa banyak makanan yg tersisa”, kata rekanku pada para wanita tua tersebut. Wanita-wanita itu meradang. Salah satunya segera mengeluarkan HP dan menelpon seseorang. Sebentar kemudian seorang lelaki berseragam Sekuritas Sosial pun tiba. Setelah mendengar tentang sumber msalah pertengkaran, ia menerbitkan surat denda Euro 50 pada kami. Kami smua terdiam..Petugas tersebut berkata dengan suara yg galak, “PESAN HANYA YG SANGGUP ANDA MAKAN, UANG ITU MILIKMU TAPI SUMBER DAYA ALAM INI MILIK BERSAMA. ADA BANYAK ORG LAIN DI DUNIA YG KEKURANGAN. KALIAN TDK PUNYA ALASAN UTK MENSIA-SIAKAN SUMBER DAYA ALAM TERSEBUT!”
Pola pikir dari masyarakat di negara makmur tersebut membuat kami semua malu benar, KAMI SUNGGUH HARUS MERENUNGKAN HAL INI. Kita ini dari negara yg tidak makmur-makmur amat. Untuk gengsi, kita sering pesan banyak dan sering berlebihan saat menjamu orang.
PELAJARAN INI MENGAJARI KITA UTK SERIUS MENGUBAH KEBIASAAN BURUK KITA.“MONEY IS YOURS BUT RESOURCES BELONG TO THE SOCIETY.” Jadi mari mulai mengurangi pemubaziran, karena uang memang milikmu, tapi sumber daya alam itu milik bersama.

Semoga bermanfaat
Waallahu’alam bishowab
Barokallahufiikum
Wassalamu’alaikum wr.wb.

MR Contact
Email : motorrioblog@gmail.com
Google+ : motorrio
You tube : motorrio rio
Other blog : bikesandcarsworld.wordpress.com

Advertisements

8 responses to “Makanlah secukupnya, jangan mubadzir!!.

  1. Bagus banget ya pengamalannya… boleh dicontoh ne

    Like

  2. woh, mantap…meski terlihat sepele, tapi bisa jadi pembelajaran
    ning kene kapan yo ono sekuriti khusus makanan sisa?

    Like

  3. mubazir dan sia sia koncone setan…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s