Kisah Jum’at: Jangan pernah melihat orang dari luarnya saja…….

image

Pic from BBM group

Assalamu’alaikum wr.wb.
Pagi ini kembali MR sharing cerita yang MR dapatkan dari rekan-rekan MR, yang kali ini menceritakan betapa penampilan secara fisik, velum tentu bisa menggambarkan dengan tepat seperti apa orang itu sebenarnya.
Contoh paling pas adalah Bob Sadino (alm), beliau yang begitu sederhana apalagi dalam hal berpakaian, tentu menimbulkan kesan remeh bagi yang belum mengenalnya, karena secara kasat mata beliau tampak seperti orang tidak punya, padahal beliau adalah salah satu konglomerat di Indonesia.
Nah….berikut ini cerita yang kurang lebih intinya sama dengan yang MR jabarkan di atas, mari kita simak bersama, dan insyaAlloh bermanfaat……

Usai maghrib saya kedatangan tamu dirumah.
“ Assalamu’alaikum “, sapanya ketika sampai didepan pintu.
“ Wa’alaikumussalaam “, jawab saya sedikit kaget karena tidak mengenal tamu ini.
” Anda siapa?” tanya saya
“ Saya Sobari .“ katanya dengan wajah diliput senyum.
“Bapak pengurus Masjid?
“ Ya. Betul Pak. Ada apa ? Apa yang dapat saya bantu ?”
“ Saya tadi melewati masjid yang sedang dibangun. Orang disekitar masjid meminta saya untuk menemui bapak ? “
“ Ada apa ?“
” Saya ingin memberikan sodaqoh untuk penyelesaian pembangunan masjid “ katanya dengan tetap diliput senyum.
Saya memperhatikan penampilan orang ini. Tidak nampak dia memiliki kemampuan untuk bersedekah. Saya lirik diluar, tidak ada nampak kendaraan diparkir. Pasti orang ini datang dengan angkutan umum atau becak. Mungkin orang ini gila. Atau hanya ingin mempermainkan emosi saya!
Ya, karena sudah hampir empat tahun masjid itu tidak pernah selesai. Sementara saya sebagai ketua Panitia Pembangunan Masjid sudah bosan mengajak masyarakat untuk berinfaq atau bersedekah. Tapi hasilnya hanya uang kecil yang terkumpul didalam kotak amal. Sementara kotak amal yang diletakkan disetiap sudut pasar atau rumah makan hanya menghasilkan uang tidak seberapa. Padahal masyarakat yang ada disekitar
masjid ini terdiri dari para pedagang yang rata rata mempunyai omzet Rp. 3 juta perhari!!
“ Bagaimana Pak? Kenapa bapak diam?” tegurnya yang membuyarkan lamunanku.
“ Eh , iya.Pak ehm..berapa bapak mau sumbang ?” tanya saya masih diliput rasa tidak percaya.
“ Boleh saya tau? Berapa dana yang diperlukan untuk menyelesaikan masjid itu? “ tanyanya dengan tenang.
Pertanyaan yang lagi lagi membuat saya hilang hasrat untuk bicara banyak sama tamu ini.
Dia pasti orang gila!!
“ Ya.. kita butuh dana sebesar Rp. 300 juta “ jawabku. Berharap orang itu cepat berlalu.
“ Baik, pak. Besok kalau bapak ada waktu , saya tunggu di Pengadilan Agama. Saya akan memberikan sodaqoh dihadapan hakim Agama.”
Katanya tenang. “ Jam berapa Bapak ada waktu ? “ lanjutnya.
” Ya liat besok aja ya pak “ jawab saya, sembari berharap orang itu cepat berlalu, karena saya harus memimpin sholat Isya di masjid.
“ Baiklah , Ini nomor telepon rumah saya. Kalau bapak siap , hubungi saya “ katanya.
“ Permisi saya pamit dulu. Rumah saya jauh. “ lanjutnya sambil
berdiri dan berlalu.
Baru saya sadar , tamu ini tidak saya tawarkan minum. Setelah usai sholat Isya, secara tidak sengaja saya melontarkan cerita kedatangan tamu kerumah kepada pengurus Masjid.
Tanggapan mereka sama seperti saya: Orang itu gila dan tidak perlu dilayani. Karena besok semua pengurus punya banyak kesibukan, yang tidak mungkin meluangkan
waktu untuk datang ke Pengadilan Agama, maka saya tidak menelepon orang tersebut.
Keesokan harinya, salah satu pengurus meminta saya untuk menemaninya ke show room mobil.
Dia hendak menebus indent kendaraan yang dipesannya sejak empat bulan lalu. Karena lokasi
show room tidak begitu jauh dari Kantor Pengadilan Agama maka saya tawarkan kepada teman ini untuk mampir ke Pengadilan. Dia sedikit sungkan tapi akhirnya setuju.
Langsung saya menghubungi orang yang akan menyumbang itu melalui cell phone kerumahnya.
Dia langsung menyanggupi untuk datang. Berjanji jam 11 siang sudah sampai di Kantor Pengadilan.
“ Baiklah. Tapi saya tidak mau tunggu terlalu lama di kantor pengadilan itu. Lewat setengah jam anda tidak datang , saya akan pulang. “ kata saya tegas, karena sebenarnya saya masih sangsi pada orang ini.
“ Insyaa Allah “ begitu jawabnya.
Tepat jam 11 saya dan teman sudah datang di pengadilan Agama. Tapi orang yang akan menyumbang belum juga datang. Lewat lima
menit , orang yang akan menyumbang itu datang dengan menumpang angkutan BECAK yang masuk langsung kedalam halaman Pengadilan. Bajunya sangat sederhana.
Teman saya yang melihat pemandangan itu, langsung tersenyum kecut, bagaimana mungkin dia bisa menutup kekurangan dana pembangunan masjid!!
“ Mungkin kita yang gila. Mau-maunya nungguin dia.Tapi ya sudahlah, kita liat aja “ gerutu teman saya kala melihat kedatangan orang itu.
“ Assalaamu’alaikum “ sapanya ketika sesampai didalam menjumpai kami.
“ Wa’alaikumussalaam. Ya , Bagaimana Pak. Apakah bapak sudah bawa uangnya. “ tanya teman saya langsung kepokok persoalan.
“ Ini uangnya “ katanya sambil memperlihatkan kantong semen ditangannya.
“ Mari kita menemui petugas untuk membuat akta penyerahan sumbangan ini. Maaf, bukan saya tidak percaya tapi ini perlu sebagaimana ajaran Al-Quran menyebutkan bahwa segala sesuatunya harus tertulis. “ katanya sambil melangkah kedalam menemui petugas pengadilan.
Tanpa banyak kata kata, orang ini langsung menyerahkan tumpukan uang dihadapan petugas pengadilan. Petugas itu menghitung dan jumlahnya pas 300 juta ! Petugas itu kemudian menyerahkan formulir untuk kami isi. Kemudian setelah
tandatangani formulir itu ,maka uangpun pindah ketangan kami.
“ Pak, cukuplah Bapak-Bapak sebagai panitia dan Pak Hakim yang mengetahuinya. Saya menyumbang karena Alloh” katanya ketika akan pamit berlalu.
Melihat situasi yang diluar dugaan kami maka timbul rasa malu dan rendah dihadapan orang ini. Ternyata dia menunjukkan kemuliaannya. Sementara kami dari awal meremehkan dan memandang sebelah mata padanya.
“ Mengapa bapak ikhlas menyumbang uang sebanyak ini?
Sementara saya lihat bapak, maaf terlihat sangat sederhana. Mobilpun bapak tidak punya. “ tanya teman saya dengan keheranan.
“ Saya merasa sangat kaya. Karena Alloh memberikan saya qalbu yang dapat memahami ayat ayat Al-Quran. Cobalah anda bayangkan,bila
uang itu saya belikan kendaraan, maka manfaatnya hanya seusia kendaraan itu. Bila saya membangun rumah mewah maka nikmatnya hanya untuk dipandang. Tapi bila saya gunakan harta untuk berjuang dijalan Alloh demi kepentingan Ummat , maka manfaatnya tidak akan pernah habis!! “, demikian jawabnya dengan sangat sederhana tapi begitu menyentuh.
“ Apa pekerjaan Bapak? “ tanya teman saya.
“ Saya petani Kopi. Alhamdulillah dari hasil kebun Kopi , lima anak saya semua sudah menjadi sarjana dan sekarang mereka hidup sejahtera. Lima-limanya sudah berkeluarga. Alhamdulillah, semua Anak dan mantu saya sudah menunaikan
haji ” jawabnya.
“ Bapak memang sangat beruntung. Apa resepnya hingga bapak dapat mendidik anak yang sholeh? ” tanya saya.
” Resepnya adalah dekatlah kepada Alloh. Cintailah Alloh. Cintailah semua yang diamanahkannya kepada kita. Dan berkorbanlah
untuk itu. Bukankah anak, istri , lingkungan dan syiar agama adalah amanah Alloh kepada kita semua? Bila kita sudah mencintai Alloh dengan hati dan dibuktikan dengan perbuatan maka selanjutnya hidup kita akan dijamin oleh Alloh. Apakah ada yang paling bernilai didunia ini
dibanding kecintaan Alloh kepada kita??? “ jawabnya.
Dia berlalu dengan menumpang becak. Sementara saya dan teman saya tak berani mendahului becak
yang ditumpanginya. Toyota Kijang merek terbaru yang baru saya beli bulan lalu serasa tak mampu melewati becak itu. Saya malu!! Malu dengan kerendahan diri saya dihadapan orang yang tawadhu’ namun ikhlas berjuang karena Alloh.
Mungkin pengahasilan saya lebih besar darinya, tapi saya merasa belum bisa seikhlas dia!! Saya menjadi merasa tak pantas menyebut diri ini mencintai Alloh!!

Demikian sekelumit cerita yang semoga bisa menyentuh hati kita untuk tidak menilai orang hanya dari penampilan luarnya saja, namun perlu didalami lagi sehingga barulah tampak seperti apa orang itu.
Semoga bermanfaat…..

Wassalamu’alaikum wr.wb.

MR Contact
Email : motorrioblog@gmail.com
Google+ : motorrio
You tube : motorrio rio
Other blog : bikesandcarsworld.wordpress.com

Advertisements

One response to “Kisah Jum’at: Jangan pernah melihat orang dari luarnya saja…….

  1. kisah ini mirip dengan yg saya saksikan.
    sewaktu mau membeli hewan qurban, saya kebetulan sudah deal dengan pedagan nya dan sedang menuliskan alamat pengiriman.
    datang seorang bapak berpenampilan sederhana bahkan kaos yg dikenakan nya sudah mulai ada yg robek.
    dia bertanya berapa harga kambing yg paling besar dan gemuk. namun pedagangnya menjawab dengan kata mahal dan menawarkan kambing yg lebih kecil dan lebih murah.
    tapi orang tsb tetep mau yg besar itu, akhirnya dijawab juga harganya.
    ternyata orang tsb langsung membayar tanpa menawar , dan memberikan alamat tujuan pengiriman dan langsung pergi.
    sementara saya hanya terdiam merenung, sedari awal saya datang ke penjual hewan tsb, sudah banyak saya lihat orang yg datang dengan mobil baru dan juga ada mobil” mewah , tapi saat memilih hewan qurban milih nya yg bagus dan besar tetapi menawarnya dibawah harga pasaran.
    bahkan sering saya lihat tidak jadi beli.
    itulah pelajaran berharga.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s