Test ride plus Touring pertama All New CBR150R, dalam kota ayo, touring OK aja!! (Part 2-end)

image

Mazbro n mbaksis, setelah di artikel sebelumnya (disini) MR membahas bagaimana First Impression dan Ergonomi All New CBR150R yang masih kinyis-kinyis, sekarang MR coba sharing bagaimana Riding impression dan kesimpulan yang MR dapat dari produk terbaru Honda di segmen sport 150 cc ini, monggo disimak mazbro n mbaksis…..

Riding Impression

image

Mesin dan rangka CBR150R berasal dari basic yang sama, yaitu mesin dan rangka dari CB150R SF, maka jangan heran jika karakternya pun hampir sama, yaitu high revving engine, alias mesinnya enteng banget berkitir sampai ngga terasa udah mepet limiter di 11.500 rpm.
Saat MR coba pertama kali dari Sedati-Sidoarjo sampai ke peristirahatan pertama di restoran Tongas Asri, MR cukup terpana dengan kemampuan mesinnya, enteng namun bertenaga.

image

Bisa jadi peningkatan kemampuan ini terjadi akibat penyempurnaan disisi teknologi injeksi Honda yang dikenal sebagai PGM-Fi, dimana ada perubahan letak O2 sensor, yang di versi CBR150R lama terletak di dekat leher muffler knalpot, dan di All New CBR150R ini diletakkan di leher knalpot paling awal, dekat exhaust mesin. Takjubnya lagi, irit banget mazbro n mbaksis, selama perjalanan hampir 75 menit itu, hanya menghabiskan satu strip saja di bar level bensinnya (bahan bakar Pertamax)!!
Itupun posisi riding beragam, mulai kena macet sejak keluar MPM sampai lepas Sidoarjo, dan beberapa titik di rute tersebut, plus digeber habis-habisan di jalan lengang setelah melewati Porong!! Bahkan MR sempat mendapat top speed 127 kmh (maaf ngga ada fotonya, soalnya belum punya Go Pro nih 😀 ), tepat sebelum peristirahatan pertama di Tongas Asri.

image

Karakter mesinnya memang high revving banget, dimana untuk rpm 0-5000 mesin bisa diajak nyantai dan ngga ada gejala mbrebet, cocok untuk perjalanan dalam kota, sedikit lambat saat dipelintir antara 5000-7000 rpm, tenaga seperti tertahan, dan…….setelah 7000 rpm sampai dipelintir abis, serasa ngga ada abisnya tenaga CBR150R ini!!! Bahkan saat MR mencapai top speed 127 kmh itu, di throttle gas masih tersisa ruang untuk dibejek lagi, sayang kang Soleh selaku Voor rijder sudah memberi sign belok ke Tongas Asri, untung bisa ngerem dengan sempurna 😀
Mesin CBR150R ini responsif sekali, dengan karakter nafas panjang diputaran atas. Jadi disaat putaran mesin dikisaran 5000 rpm, dan kita perlu mengail tenaga mendadak yang lebih, bisa dilakukan dengan dua cara yang tujuannya sama-sama menaikkan putaran mesin ke kisaran 7000 rpm ke atas, pertama dengan menekan tuas kopling sambil menambah throttle gas, yang kedua, yang agak ekstrem menurunkan gear satu posisi dibawah gear yang kita pakai saat itu, sehingga putaran mesin langsung melonjak ke kisaran 7000 rpm dan tenaga mendadak yang kita butuhkan muncul, baru throttle gas kita bejek!! MR lebih prefer ke cara yang kedua, karena lebih gampang dan kita masih punya kontrol ke throttle gas, sebab posisi throttle masih relatif sama dengan sebelum kita menurunkan posisi gear tadi.

image

Sektor pengereman cukup pakem, baik itu depan maupun belakang, dan sebelum dibejek, saat mulai start di Sidoarjo sampai Porong, tuas rem MR tekan agak lama, dengan tujuan agar kampas dan piringan rem bisa menyatu dan bisa memberikan daya cengkram optimal, maklum masih kinyis-kinyis soalnya. Takutnya kalau kondisi kampas dan piringan belum menyatu, bisa-bisa pengereman tidak maksimal dan berbahaya jika sampai ngeloyor motornya 🙂
Posisi riding yang menunduk, cukup memberikan tekanan di telapak tangan, yang mulai terasa gringgingen setelah jalan 10 km-an dari lokasi start. Posisi duduk pun, versi MR dengan tinggi 183cm, lebih nyaman dengan mepet tangki, dibandingkan jika duduknya dijauhkan mepet ke jok pembonceng. Namun saat high speed, memang jauh lebih mantap dengan posisi ala pembalap dengan menundukkan kepala plus duduknya mundur mepet ke jok pembonceng, racing abis rasanya 😀
Posisi windscreen saat kita menunduk tidak menutup seluruh visor helm, hanya sekitar separuhnya, jadi kita tetap bisa melihat jalan didepan dengan jelas, tidak terhalangi oleh windscreen, yang standarnya bening seperti visor helm.
Pada kesempatan kedua mencoba CBR150R, saat perjalan pulang dari Papuma ke Sidoarjo, MR kebagian jatah lagi, kali ini melewati kota Jember. Disana ada 2 lokasi yang jalannya mulus plus memiliki tikungan hiperbolik, dan MR sempat mencoba untuk bergaya ala pembalap dengan memindahkan badan ke kiri (karena menikung ke kiri) dan kembali lagi ke jok. Namun karena mungkin belum terbiasa plus memakai sepatu boot karet AP Boot Moto3, jadinya agak rikuh. Lain cerita kali ya kalau MR menggunakan sepatu biasa atau bahkan mungkin sepatu boot kulit, karena jelas sepatu boot karet lebih tidak lentur dibanding yang kulit, plus baru kali ini MR menggunakan sepatu boot karet.

image

Kesimpulan
All New CBR150R ini merupakan paket yang cukup komplit, baik dari segi tampilan, performa plus harga yang kompetitif. Untuk ukuran motor 150cc, tenaga MR rasa sudah mumpuni, untuk riding dalam kota yang karakternya stop n go dan juga riding luar kota yang karakternya relatif lancar dan butuh speed tinggi.
Bagi riders Indonesia yang berpostur rata-rata dibawah 180cm, All New CBR150R cukup nyaman, walaupun tetap merunduk posisi ridingnya, dan bagi yang berpostur diatas 180cm pun, seperti MR, masih cukup nyaman, bahkan jika dibandingkan dengan saudaranya CB150R SF, utamanya footstep yang posisinya pas.

So…bagi mazbro n mbaksis yang kepincut dengan CBR150R, mungkin review ini bisa dijadikan pembanding, namun mohon maaf, untuk Yamaha R15, MR belum punya data, karena baru pihak Honda dengan MPM dan disupport penuh AHM lah yang memberikan kesempatan untuk test ride sekaligus Touring. Sedangkan pihak Yamaha sempat secara eksplisit “menjanjikan” test ride di seputaran Suramadu saat launching Yamaha R15 di Royal Plaza Surabaya, namun belum ada tanda-tandanya sampai saat ini. Bukan apa-apa mazbro n mbaksis, agar penilaian MR bisa adil dan tidak dianggap memihak salah satu pabrikan, lha wong memang belum pernah test ride kok 😀 #aqrapopo

MR Contact
Email : motorrioblog@gmail.com
Google+ : motorrio
You tube : motorrio rio
Other blog : bikesandcarsworld.wordpress.com

Advertisements

18 responses to “Test ride plus Touring pertama All New CBR150R, dalam kota ayo, touring OK aja!! (Part 2-end)

  1. Ayo dibungkus om

    ===========

    Diablo 200x, Motor Apa Ini? http://klxadventure.com/2014/10/03/diablo-200x-motor-apa-ini/

    Like

  2. Oke Mas Bro… Ditunggu test ride utk Yamaha, spy bisa di compare

    Like

  3. mantap repiu nya….
    buset nyari d google motorrio.com ampe bingung kok munculnya malah yamaha….gak taunya R nya 2….hehe…an

    Like

  4. cieee ada korban PHP 😆

    Like

  5. yamaha kapan kayak gini

    Like

  6. Pingback: Target penjualan CBR150R hanya 4200 unit, tapi tercapai 5.053 unit, wooooww!! | motorrio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s